Transplantasi Organ atau Donor Organ Menurut Hukum Islam

Dalam dunia kesehatan pasti kita sering mendengar mengenai transplantasi atau donor organ.

Ketika organ tubuh sudah tidak bisa berfungsi dengan baik, banyak orang yang melakukan mengupayakan pengobatannya dengan menerima organ dari pendonor.

Nah, dalam penjelasan kali ini saya akan sedikit memberi informasi mengenai hukum transplantasi organ menurut Islam, sebenarnya boleh atau tidak melakukan tindakan tersebut?

Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran maka semakin banyak pula teknik yang dapat dilakukan untuk mengobati atau menyelamatkan nyawa manusia. Salah satunya yaitu transplantasi organ.

Apa transplantasi itu? eedc6db7-9eda-3465-4734e1f5a2aeb74bTransplantasi berasal dari bahasa inggris Transplantation, menurut Syamsuddin (2000) transplantasi didefinisikan sebagai upaya memindahkan organ tubuh yang sehat dari orang yang sehat atau meninggal kepada orang lain yang organ tubuhnya sudah tidak dapat berfungsi dengan baik.

Jenis atau tipe transplantasi organ tubuh:

  1. Transplantasi dengan pendonor hidup

Tipe donor ini bisa dilakukan asalkan tidak mengganggu kesehatan. oleh karena itu, harus diteliti atau ditemukan kemungkinan yang akan terjadi baik terhadap orang yang mendonorkan maupun yang menerima donor(resipien). Organ yang didonorkan biasanya ginjal, karena memungkinkan seseorang bisa hidup dengan satu ginjal.

  1. Transplantasi dengan pendonor koma atau diduga kuat akan segera meninggal
  2. Tranplantasi dengan pendonor mati

Donor mati ini maksudnya dari seseorang yang baru saja meninggal, biasanya dari orang yang mengalami kecelakaan atau pecahnya pembuluh darah otak. Nah, donor ini dilakukan ketika gagal dalam menyelamatkan pendonor dan tentunya pertimbangan dari semua pihak yang bersangkutan. Organ yang didonorkan adalah jantung, ginjal, pankreas, atau hati.

organ4

Bagaimana Islam memandang tindakan ini?

Transplantasi merupakan salah satu bentuk pengobatan. Syariat Islam menuntut umatnya untuk menyembuhkan segala macam penyakit karena apabila penyakit didiamkan di tubuh akan membahayakan penderitanya. Seperti firman Allah dalam QS. An-Nisa ayat 29 yang artinya “… Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah sangat belas kasihan kepadamu.”

Berdasarkan jenis-jenis transplantasi diatas ada hukum transplantsi menurut Islam:

1. Transplantasi organ hukumnya haram apabila

a. Pendonor dalam keaadan hidup atau sehat. Ini dijelaskan dalam Firman Allah QS. Al-Baqarah Ayat 195 :

وَلاَ تُلْقُوْا بِأَيْدِيْكُمْ إَلىَ التَّهْلُكَةِ

Artinya:

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan”.

Kemudian dalam QS. An-Nisa Ayat 29 :

وَلاَتَـقْـتُـلُوْا اَنْـفُسَهُمْ إِنَّ اللهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا

Artinya:

“… dan janganlah kamu membunuh dirimu ! Sesungguhnya Allah Maha Penyayang

kepadamu.”

b. Pendonor dalam keadaan koma, karena akan mempercepat kematian pendonor dan mendahului kehendak Allah SWT.

c. Pendonor dalam keadaan mati atau mayat.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

كَـسَــرَ عَظْــمُ المْـَيِّــتِ كَكَــسْرِهِ حَــيًّـا

Artinya:

“Memecah tulang orang yang meninggal seperti memecah tulangnya ketika masih hidup.” (HR. Abu Dawud)

2. Transplantasi organ dibolehkan dengan alasan,

a. Dalam keadaan darurat.

b. Tidak untuk diperjual-belikan.

c.  Boleh mengambil organ dari orang yang sudah meninggal asalkan dengan persetujuan dari keluarga atau ahli warisnya.

Dalam  Al-Quran surah Al-Maidah ayat 32:

وَمَنْ أَحْياَهَا فَكَأَنمَّاَ أَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعاً

“Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah ia memelihara kehidupan manusia semuanya”.

Firman Allah Swt dalam surat al-An’am ayat 119 , yang artinya:

“Sesungguhnya Allah telah menjelaskan perbuatan-perbuatan yang haram bagi mu kecuali ketika kamu dalam keadaan terpaksa (darurat)…”

Jadi transplantasi organ dalam pandangan Islam sebenarnya tidak boleh atau haram hukumnya, tetapi bisa dilakukan apabila memenuhi syarat tertentu.

REFERENSI

Bahren, Raehanul. Abdiyat Sakrie, Firanda Andirja, Aris Munandar, Ammi Nur Baits. 2014. Majalah Kesehatan: Mengobati Penyakit Hati. Yogyakarta: Pustaka Muslim. Tersedia di http://books.google.co.id diakses pada tanggal 25 Mei 2015

http://muslih.mhs.unimus.ac.id/files/2012/10/51077183.pdf diakses pada tanggal 26 Mei 2015

https://staff.blog.ui.ac.id/wiku-a/files/2013/03/Contoh-NA-Tansplantasi-Organ-Manusia.pdf diakses pada tanggal 26 Mei 2015

https://willimhaveyou.files.wordpress.com/2014/01/transplantasi-organ-dan-bedah-mayat.pdf diakses pada tanggal 26 Mei 2015

Halo dunia!

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika Anda menyukai, gunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengapa Anda memulai blog ini dan apa rencana Anda dengan blog ini.

Selamat blogging!